Dunia Binaraga Synthol Ciptakan Monster Berotot Yang Aneh

Mungkin sekilas tubuh para binaragawan ini terlihat seperti editan. Namun faktanya mereka nyata. Alih-alih menggunakan steroid dan berlatih ekstrem, mereka justru menyuntikkan cairan bernama synthol untuk membuat otot mereka menjadi besar.

Memang cara tersebut berhasil membuat otot membesar secara instan. Bahkan lebih cepat dibandingkan dengan hormon steroid yang memakan waktu berbulan-bulan. Tetapi karena hanya bagian tubuh tertentu saja yang disuntikkan, postur tubuh menjadi tidak simetris, bahkan cenderung aneh.

Apa Itu Synthol?

Synthol memang bukan hal baru di dunia binaraga, khususnya Amerika Latin. Cairan ini di temukan oleh Chris Clark di Jerman tahun 1990. Bentuknya berupa cairan yang terdiri dari 85% minyak, 7,5% lidocaine, dan 7,5% alkohol. Sering kali digunakan binaraga untuk mengejar kekurangan otot sebelum pertandingan.

Meski tidak berbentuk hormon, synthol dianggap steroid karena berasal dari steroid jenis Esiclene asal Italia. Walaupun masih banyak yang beranggapan bahwa cairan implan ini tidak termasuk dalam jenis steroid. Synthol kerap disuntikkan ke bagian otot kepala dari sekelompok otot, seperti biceps dan triceps.

Efek Samping Penggunaan

Meski tidak mempengaruhi hormon dan ginjal, menyuntikkan synthol ke otot memiliki banyak efek samping yang berbahaya, diantaranya:

  • Kemerahan, pembengkakan yang terasa nyeri.
  • Otot terlihat tidak wajar (cacat).
  • Bocornya pembuluh darah kecil di bawah kulit.
  • Kerusakan kulit dan saraf.
  • Infeksi
  • Berhentinya regenerasi otot alami.
  • Indurasi – mengerasnya jaringan di kulit atau selaput lendir.
  • Abses – bengkak disertai nanah.
  • Kista.
  • Jaringan parut kistik.
  • Oklusi arteri pulmonalis – penyumbatan artri yang membawa darah dari jantung ke paru-paru.
  • Vakuolisasi.
  • Sclerosing lipogranulomatosis – reaksi inflamasi dan fibrosing subkuta ln terjadi dengan limfadenopati regional.
  • Fistula.
  • Fibrosis – pengerasan dan penebalan jaringan parut.
  • Edema – penumpukan cairan dalam tubuh.
  • Limfangitis – infeksi pembuluh getah bening.
  • Stroke serebral – aliran darah ke seluruh atau sebagian otak berhenti.

Penutup

Meski kelihatannya mudah dan tidak perlu repot datang ke gym untuk latihan, menyuntikkan synthol bukanlah solusi untuk mendapatkan massa otot yang baik. Proses memang sangat penting untuk meraih hasil. Untuk itu jangan pernah mencoba cara ini untuk mendapatkan tubuh berotot yang Anda inginkan.

Selain itu, sudah banyak contoh kasus yang terjadi akibat penggunaan Synthol. Salah satunya yakni Ramario Dos Santos Alves yang otot lengannya hampir diamputasi karena mengerasnya jaringan otot akibat pemakaian synthol.

Berikut contoh ketidak-simetrisan otot karena penggunaan synthol:

(Ayu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *