Mitos atau Fakta Kerokan Dapat Menyebabkan Kematian?

Kerokan adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan menggosokkan benda tumpul ke kulit (biasanya bagian punggung atau leher) seperti koin, bawang, dan lain-lain dengan terlebih dahulu melumuri minyak atau balsem sebagai pelicin. Baru-baru ini ada berita yang menyinggung soal kerokan yang ternyata dapat menyebabkan masalah fatal pada tubuh, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Benarkah demikian?

Kerokan seringkali digunakan masyarakat untuk mengobati masuk angin. Padahal dalam dunia medis sendiri tidak ada istilah masuk angin. Bahkan ada pula istilah angin duduk yang konon merupakan masuk angin yang sudah terlampau parah hingga menyebabkan kematian. Perlu diketahui bahwa di dunia medis tidak ada istilah penyakit masuk angin ataupun angin duduk. Gejala-gejala tersebut adalah gejala serangan jantung koroner seperti mual, pusing hingga perut kembung.

Lalu mengapa kerokan menjadi solusi?

Sebelum ada penelitian medis mengenai serangan jantung koroner, masyarakat beranggapan bahwa gejala-gejala tersebut disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam tubuh. Cara mengeluarkan angin dari dalam tubuh adalah dengan membuka pori-pori (dengan cara kerokan) sehingga angin yang masuk bisa keluar lewat pori-pori.

Selain itu saat mengerok bagian punggung, akan terjadi inflamasi yang bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan mati dari tubuh, sehingga proses penyembuhan tubuh akan berjalan lebih cepat. Inflamasi sendiri menimbulkan kemerahan pada kulit yang dikerok sebagai tanda bahwa ada jaringan kulit yang meradang karena pembuluh kapiler yang tadinya menyempit telah melebar dan diisi oleh darah.

Dikutip dari hellosehat.com menurut Mulyadi, seorang dokter dari Klinik Medizone, kerokan dapat membuat penderita merasa nyaman karena tubuh melepas hormon endorfin dalam taraf normal.

Bahaya kerokan bagi tubuh

Membuat pembuluh darah pecah

Jika kerokan dilakukan sesekali mungkin efek ini tidak akan terjadi pada diri Anda. Namun bila terlalu sering tentu saja akan sangat berbahaya. Ketika melakukan kerokan, pembuluh darah yang tadinya menyempit akan mengalami pelebaran dan jika dilakukan terus menerus, pembuluh darah tersebut akan pecah. Jika sudah terjadi maka stroke bisa terjadi kapan saja, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Membesarkan pori-pori

Ketika kulit bergesekan dengan benda tumpul, maka pori-pori akan membesar. Efek sampingnya tidak terjadi secara langsung, tetapi dikemudian hari. Pori-pori yang membesar dapat mengakibatkan bakteri dan virus mudah masuk kedalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit.

Mempercepat kontraksi pada ibu hamil

Saat hamil, sering kali mual dan pusing melanda. Kerokan kerap dijadikan alternatif untuk meringankan rasa mual dan pusing tersebut. Namun ternyata kerokan cukup berbahaya bagi ibu hamil, pasalnya saat dikerok, tubuh akan mengalami inflamasi yang merangsang tubuh mengeluarkan zat cytonkines. Zat ini memang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, namun juga memicu pelepasan prostaglandin yang mana bisa menyebabkan kontraksi pada rahim.

Tapi jangan salah, kontraksi ini bukan kontraksi alami yang terjadi saat ingin melahirkan, tapi kontraksi akibat proses kerokan. Kontraksi ini bila dibiarkan akan mengancam ibu dan bayi yang ada dikandungannya.

Apakah kerokan bisa menyebabkan kematian?

Kerokan mungkin bisa meringankan penyakit yang Anda derita karena saat kerokan tubuh melepaskan hormon endorfin yang meringankan rasa sakit. Namun bila dilakukan secara sering tentu saja bisa menyebabkan gangguan bagi tubuh yang mana jika dibiarkan justru menyebabkan kematian. (Ayu-Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *