#2019Berotot Kenyataan Atau Bualan?

Tahun baru, omong kosong baru. Ya, begitulah yang kerap terjadi bagi kebanyakan fitness mania. Kami sering mendapati sejumlah tagar di sosial media yang berisikan #2019berotot. Terealisasi? Kami meragukan itu.

Menrut penelitian, hanya sekitar 9 persen dari resolusi tahun baru yang benar-benar tercapai, sisanya tidak bertahan sampai melewati bukan Februari. Itu benar. Faktanya, di bulan Januari tempat kebugaran mendadak ramai sedangkan di bulan berikutnya berangsur sepi.

Mengapa hal tersebut kerap berulang setiap tahunnya? Mungkin saja karena 2 hal berikut ini:

Khayalan Tidak Realistis

Ambil contoh, “saya ingin turun berat badan 10 kg dalam seminggu” atau “tahun 2019 ingin punya badan seperti Ade Rai”. 2 hal ini sangatlah tidak realistis. Mengapa?

Pertama, idealnya berat badan turun sebesar 0,5-1 kg dalam seminggu atau 2-4 kg dalam sebulan. Orang yang menurunkan berat badan secara bertahap lebih cenderung realistis dan berhasil dalam menurunkan berat badan.

Kedua, ingin punya badan seperti Ade Rai? MIMPI!. Jika Anda baru melakukan fitness setahun atau lima tahun jangan harap untuk memiliki badan seperti  Ade. Ade Rai berhasil mendapatkan tubuhnya yang sekarang ini karena telah berlatih kurang lebih selama 36 tahun, sedangkan Anda?

Jadi buatlah resolusi yang lebih realistis agar tidak jadi omong kosong setiap tahunnya ya Reps Mania!

Terlalu Banyak Tekanan

Tekanan tranformasi tubuh bukan hanya datang dari dalam diri saja, melainkan dari luar pun turut andil. Salah satu tekanan yang paling besar dari sosial media. Banyak dari para influencer fitness menyajikan foto before after mereka di instagram atau kisah ibu yang baru melahirkan yang dapat mengembalikan tubuh seperti semula dalam waktu yang singkat.

Foto-foto yang beredar tersebut sangatlah tidak realistis. Pasalnya mereka tidak menunjukkan apa yang terjadi di belakang seperti menghabiskan waktu menyiapkan masakan sehat, berlatih di gym dan naik turunnya perjalanan tranformasi tubuh.

Perjalanan itulah yang sering dilupakan di media sosial sehingga Anda merasa hanya Andalah satu-satunya orang yang berjuang untuk mendapatkan tubuh ideal.  Jangan biarkan tekanan tersebut mengganggu Anda. Kerja keraslah, berikan dedikasi tertinggi Anda! Transformasi tubuh butuh waktu dan konsistensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.