Benarkah Diet Tanpa Konsumsi Garam Itu Sehat?

Kebanyakan orang membatasi sodium saat sedang diet. Alasannya adalah karena sodium dapat mengikat air sehingga meningkatkan retensi air di dalam tubuh dan membuat berat badan Anda bertambah. Namun mengurangi asupan sodium (yang biasa didapat dari konsumsi garam) secara drastis dapat memberikan dampak yang negatif bagi tubuh.

Garam memang kerap dianggap sebagai penyebab timbulnya banyak penyakit. Kandungan natriumnya dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, ginjal hingga osteoporosis. Namun Dokter tidak pernah menganjurkan untuk berhenti mengkonsumsi makanan tanpa garam karena dalam jumlah cukup konsumsi garam dapat menjaga kesehatan tubuh.

Berikut alasan mengapa Anda harus tetap mengkonsumsi garam:

Sodium Meningkatkan Volume Darah

Volume darah terdiri dari sel-sel darah merah dan plasma darah yang berfungsi membantu memindahkan asam amino, glukosa, hormon dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Saat mengkonsumsi natrium, volume darah Anda akan meningkat. Hal ini tentunya membantu mempercepat pengiriman nutrisi ke otot-otot Anda melalui darah.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Otago, Selandia Baru menemukan bahwa atlet yang minum minuman tinggi natrium sebelum melakukan olahraga, mampu berjalan lebih lama daripada mereka yang minum minuman yang rendah natrium. Untuk itu sangat disarankan bagi Anda yang hendak berolahraga atau beraktivitas berat untuk mengkonsumsi suplemen pre-workout yang mengandung natrium agar membantu tubuh Anda mem-boost volume darah sehingga latihan Anda lebih maksimal.

Sodium Meningkatkan Penyerapan Gizi Ke Dalam Dinding Otot

Tubuh Anda memerlukan glukosa, asam lemak, asam amino, air dan juga elektrolit untuk memaksimalkan kinerjanya. Tapi agar nutrisi-nutrisi tersebut bekerja mereka harus lebih dulu masuk ke dalam sel-sel otot. Sodium berperan sebagai “co-transporter” untuk membantu nutrisi melewati dinding sel otot.

Sodium Merangsang Anda Merasa Haus

Garam dapat merangsang Anda agar merasa haus dan meminum lebih banyak air. Hal ini sangat bermanfaat saat Anda melakukan olahraga. Pertama, dengan meminum banyak air, tubuh Anda tetap terhidrasi dan membantu ginjal mempertahankan kadar elektrolit yang tepat. Hidrasi juga membantu mempertahankan volume darah saat berolahraga. Kedua, mengurangi kemungkinan tubuh Anda mengalami dehidrasi yang menyebabkan munculnya sakit kepala, kelelahan, pusing dan kram otot.

Berapa Banyak Sodium Yang Dibutuhkan Tubuh?

Kebutuhan sodium setiap orang berbeda, tergantung seberapa berat aktivitas sehari-harinya. Untuk mereka yang memiliki aktvitas ekstra berat, Dietary Guidelines for Amerika 2015-2020 menunjukkan bahwa diet yang sehat harus mencakup kurang dari 2.300 miligram sodium perhari. Mungkin sulit menghitungnya. Namun Anda bisa menyiasatinya dengan mengkonsumsi makanan asin disela diet Anda seperti popcorn, keripik, biskuit gandum, dan kacang kalengan.

Cara lain untuk mengetahui apakah kebutuhan natrium Anda terpenuhi adalah dengan melihat warna urine Anda. Jika urine Anda berwarna bening seperti air, Anda mungkin minum terlalu banyak air dan perlu asupan natrium untuk diet Anda. Jika urine berwarna gelap, berarti Anda mengalami dehidrasi dan butuh banyak cairan. Warna yang baik adalah kuning pucat yang berarti Anda cukup cairan dan natrium.

Urine yang bening dapat mengindikasikan Anda menderita hiponatremia. Hal ini terjadi ketika kadar natrium dalam tubuh Anda terlalu rendah, juga karena kondisi medis yang sudah ada atau belum cukup minum cairan yang mengandung natrium dan elektrolit lain seperti kalium. Gejala hiponatremia adalah Anda merasa mual, sakit kepala, kelelahan dan kram otot. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan kejang dan koma.

Jadi masih berpikir bahwa garam tidak penting untuk Anda? (Ayu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *