Cara Memilih Daging Segar

Bagi binaraga ataupun para penggiat fitness, mengkonsumsi daging adalah sebuah keharusan untuk mempertahankan bahakan menambah massa otot. Namun bagi sebagian orang tidak tahu mana daging yang segar atau tidak.

Daging memiliki beragam kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, vitamin, dan mineral. Agar terhindar dari berbagai resiko kesehatan disarankan untuk memilih lemak yang paling sedikit, caranya adalah dengan melihat garis putih yang ada pada daging tersebut.

Untuk mengenali daging itu segar atau tidak berikut ini adalah beberapa indikatornya:

Bau

Daging yang segar dari jenis hewan manapun hampir tidak berbau. Namun ketika dilakukan pengemasan, kemungkinan akan timbul sedikit bau yang berasal dari kelembapan daging. Aroma ini berbeda dari aroma yang dikeluarkan oleh daging tidak segar.

Daging yang tidak segar ditandai dengan bau kuat atau menyengat yang hampir seperti amonia. Bau tidak sedap merupakan tanda daging tersebut sudah mengalami penurunan kualitas protein.

Jangan memilih daging yang kemasannya robek, rusak atau bocor karena kemungkinannya adalah daging tersebut sudah terpapar bakteri yang berbahaya bagi tubuh.

Warna

Anda dapat mengenali daging segar dari warna merah yang cerah. Makin cerah warnanya, berarti daging makin segar. Meski harus tetap waspada terhadap daging yang diberikan pewarna tambahan untuk mempertahankan warna. Daging yang berwarna merah kecokelatan bukan berarti tidak segar sama sekali, hanya saja daging itu artinya sudah terpapar oksigen minimal 30 menit atau telah dibekukan.

Daging unggas segar ditandai dengan warna putih hingga kekuning-kuningan, tergantung dari jenis pakan ternak, pembiakan, usia, dan kandungan lemaknya.

Jadi, ingatlah untuk selalu menghindari daging sapi yang berwarna cokelat tua atau berubah warna, dan hindari daging unggas yang berwarna pucat. Memperhatikan warna daging adalah hal paling sederhana dalam cara memilih daging berkualitas bagus.

Kepadatan

Kesegaran daging tampak dari tekstur yang padat. Beberapa jenis daging memang lebih lambat untuk kembali ke bentuk semula. Misalnya, potongan daging sapi yang berlemak seperti bagian rib-eye, atau daging sapi yang memiliki sedikit jaringan ikat, seperti bagian tenderloin. Namun bukan berarti berkualitas buruk.

Berbeda halnya jika Anda menekan sebuah potongan daging dan bentuknya tidak kembali seperti semula,dengan warna yang pucat. Hal ini berarti telah terjadi penurunan kualitas protein pada daging tersebut.

Jadi bagi kalian yang ingin menambahkan protein ke dalam otot hati-hatilah dalam memilih daging ya Reps mania.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *