Skip to content
Tiktok
Facebook-f
Twitter
Youtube
Have an account?
Login
Home
Health
Fitness Wellness
Training
Fat Loss
Nutritions
News & Events
Gym Profile
Gallery Events
Videos
Contact Us
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Menu
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Home
Fitness
Usia Emas Prestasi Emas, Age Doesn’t Matter

Usia Emas Prestasi Emas, Age Doesn’t Matter

Gerard Antonio Kawilarang, namanya memang asing dan kurang diperhatikan bagi mereka yang mengamati pergerakan kompetisi Men Body Contest.
  • December 6, 2013
  • -
668

DSC_0570

Gerard Antonio Kawilarang, namanya memang asing dan kurang diperhatikan bagi mereka yang mengamati pergerakan kompetisi Men Body Contest. Mulai dari tidak diperhitungkan, diremehkan, dan hanya dipandang sebelah mata tidak membuat dirinya menjadi kerdil di atas panggung. Setahun koreksi diri, empat bulan persiapan, empat hari diet air, dan Juara I : The 3rd Prolab Challenge Championship “Garuda Di Ototku” adalah hasilnya.

Decak kagum, salut, kebanggaan, dan panutan ketika Gerard (biasa ia dipanggil) mampu menunjukan performa otot yang menawan. Murah pengalaman, ramah, supel dalam bergaul, merunduk, dan yang terpenting beliau tidaklah apatis terhadap segala hal terkait dengan fitness. Soal umur Gerard minta untuk di off the record, bukan soal ke pala 3, 4, atau bahkan 7 sekalipun, namun ini hanyalah soal privasi narasumber. Satu hal yang pasti beliau bukanlah ABG.

Nge-gym atau angkat beban bukanlah hal baru bagi pecinta futsal ini. Sejak lama, bahkan jauh lebih lama sebelum REPS Magz lahir beliau sudah memulai ritual angkat mengangkat beban. Sayangnya prestasi otot yang dimilikinya sekarang adalah hasil dari proses keyakinan diri semenjak tiga tahun yang lalu. Sebelumnya Gerard latihan – hanya sekedar latihan tanpa ada sebuah arah dan tujuan. Akhirnya pada tahun 2008 untuk kali pertama Gerard terjun dalam sebuah ruang kompetisi yang pada saat itu digelar di Taman Mini. Karena belum teramat berkualitas otot yang dimiliki ia pun tereliminasi.

Keikutsertaannya dalam kompetisi tersebeut ibarat terbukanya jalan pilihan bagi dirinya. Pada saat itu Gerrad berkesempatan berbincang dengan ikon men body contest tanah air, yakni Ricky Daud. Dari sinilah Gerard menerima banyak inputan positif yang pada akhirnya menjadi sebuah pelajaran penting baginya. Mulailah pengaplikasian dari segala inputan positif tersebut dengan jalan membenahi pola makan dan mengatur program latihan. Sejak lama memang Gerard mengidamkan bisa memiliki tubuh yang besar dan bagus, salah satu idolanya adalah Silvester Stalone dalam kisahnya di Rambo.

1

Setelah koreksi dan evaluasi diri selama setahun, berhasil membawa Gerard satu podium sebagai terbaik ketiga bersama Ricky Daud dan Dody Syahputra. Hasil tersebut sangat menampar para pemain lama yang sudah lebih awal berkecimpung yang menggunakan segala macam fasilitas serba modern plus kemudahan pengaksesan informasi fitness.

Jauh sebelum itu, Gerard sering dihujani cercaan soal aktivitas fisik yang sedang digelutinya. Dari makian berupa, ‘fitness doang tapi gak ada sixpack’, ‘besi kok diangkat-angkat udah tau berat’, dan banyak lainnya namun tidak pernah melunturkan kecintaannya akan olahraga muscle tersebut. Justru Gerard ingin buktikan bahwa olahraga fitness tidaklah hanya soal sixpack atau sekedar hanya mengangkat beban, tetapi olahraga fitness adalah metode yang akan membawa kualitas hidup kearah yang jauh lebih baik. Di dalam fitness terdapat pengaturan pola makan, fitness juga mengajarkan disiplin waktu, fitness juga membawa derajat sesorang ketingkat yang lebih tinggi.

DSC_0529

Sekedar untuk membius mereka yang telah mencibir, Gerard tepatnya di tahun 2009 me-launching otot perutnya yang teramat indah dan definitif. Dalam pengakuannya, “Belum puas rasanya jika belum menjawab cibiran tersebut dengan sebuah pembuktian”. Filosifinya lahir berkat keikutsertaannya pada sebuah seminar yang dibwakan oleh Ade Rai bahwa, “Semua orang memiliki otot perut, Cuma tinggal pribadinya saja apakah ingin menonjolkan otot tersebut atau tidak”. Perkataan itulah yang menjadi bensin bagi Gerard demi membakar cibiran tersebut.

Khusus untuk The 3rd Prolab Challenge Championship “Garuda Di Ototku”, Gerard mempersiapkan segalanya teramat super. Setelah menghilang dari segala kejuaraan pada tahun 2010, Gerard putuskan untuk turun gelanggang kembali untuk tanding. Jadwal latihan, pola makan, berjemur, dan pre-competition lainya menjadi tiga kali lipat dari biasanya. “Pagi hari aku berjemur kemudian latihan otot besar. Siang hari aku kardio, sore atau malam hari aku latih otot kecil, dan terakhir ditutup dengan sauna”, jelas Gerard. Semuanya dikerjakan dsetiap hari.

Targetnya dan seperti banyak kata orang, 10 besar adalah realistis prestasi yang bisa digapai. Sebab Gerard hanya turun dikelas junior yang pemetaanya masih amatlah merata. Namun ketika hasil penilaian dewan juri diumumkan, Gerard sungguh amat luar biasa takjubnya. Tidak menyangka dan tidak pernah sedikitpun menduganya. Ketika hasil eliminasi Gerard bagian dari 10 besar, ia telah merasa puas sebab targetnya sudah tergapai. Namun menjadi yang terbaik dikejuaraan sekelas The 3rd Prolab Challenge Championship “Garuda Di Ototku”, menjadi juara satu bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan untuk mimpi saja mungkin tidaklah pantas.

Gerard memang sudah tidak muda lagi, bukan berarti ototnya tidak bisa diajak untuk mengembang lebih besar. Pertanyaanya, bagaimana dengan mereka yang masih muda? Harusnya mampu lebih baik dari pecinta jus sirsak ini. Dalam olahraga memahat tubuh ini butuh rasa cinta dan berproses. “Aku cintai olahraga ini jauh lebih awal ketimbang prestasi”, tegas atlet kelahiran Menado tersebut. Sebab keutamaan Gerard menekuni olahraga ini hanyalah untuk kebugaran, baru pada tahun 2008 saja ia memutuskan untuk serius mengejar prestasi.

rrrr

Bagi para anak muda, kondisi keberhasilan Gerard saat ini meninggalkan pesan bahwa, ingin badan yang oke memang haruslah berproses dan mencintainya. Tidak mungkin menjadi juara, apalagi dalam event sekelas The 3rd Prolab Challenge Championship “Garuda Di Ototku” hanya latihan yang sesaat. “Cintai dahulu, kemudian nikmati kebugarannya, barulah kejar prestasi dengan pembentukan otot”, tutup Gerard sang juara men body contest The 3rd Prolab Challenge Championship “Garuda Di Ototku”. (Teks :Dillah/ Foto : Bimo)

Profil

Nama Lengkap : Gerard Antonio Kawilarang
Nama Panggilan : Gerard
Tempat / Tanggal Lahir : Menado / 24 September
Nama Orang Tua : Steve Sebastian. K / Theresia Mariana
Hobi : Nge-Gym, Jalan-Jalan, Makan
Ukuran Baju / Celana : L / 32
Tempat Gym : My Club
Cita-Cita : Punya Sport Center Pribadi
Aktivitas Olahraga : Fitness & Futsal
Makanan & Minuman Fav : Seafood – Jus Sirsak
Prestasi : 10 Besar Ubc Manado
Juara III Starfit Cikarang
Juara I Body Contest The 3 rd Prolab Challenge Championship
Juara I Men Fitness <65kg Ronie Classic 2013

  • Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Related Post

Figure
30 April 2025
Phil Graham: Inspirasi Dari Binaraga Pejuang Diabetes
Figure
12 April 2025
Ross Edgley, The Real Superman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reps Kitchen's

Training

Pria

  • October 28, 2024

3 Langkah Latihan Kaki Terbaik Untuk Pemula

  • June 5, 2024

Bangun Lengan Besar Dengan 6 Latihan Terbaik

Wanita

  • March 1, 2024

Latihan Kickboxing Terbaik Untuk Estetika dan Kekuatan Tubuh

  • May 22, 2023

3 Latihan Kaki Terbaik Untuk Wanita

globe-logo
logo-sportisi-4x9cm-1585645014
logo-scitec-4x9cm-1585645011
apparel gym

© 2026. Reps Fitness Indonesia.

  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions
Menu
  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions

Hubungi Kami

  • Tokopedia
  • Blibli
  • Tiktok Shop
  • Shopee