Kemenkes Kampanyekan Penanggulangan TBC Lewat Kompetisi Vlog

Tuberkulosis (TBC) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama negara-negara yang sedang berkembang. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban penyumbang penderita TB terbesar di dunia. Penyakit TBC di Indonesia sampai saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi.

“TBC merupakan penyakit yang masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Saat ini, di Indonesia terdapat sekitar 1.020.000 kasus TBC per tahun dan angka kematian mencapai 100.000 orang per tahun. Rendahnya pengetahuan terhadap TBC juga meyebabkan rendahnya deteksi terhadap kasus baru,”  terang dr. Wiendra Waworuntu, Mkes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, (28/11).

Lebih lanjut dr. Wiendra Waworuntu membeberkan bahwa saat ini terdapat sekitar 676.000 kasus TBC yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan. Tuberkulosis diketahui paling banyak menyerang kelompok usia produktif, dimana potensi kehilangan produktivitas sangat besar apabila penyakit ini tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan benar.

“Apabila tidak diobati dengan benar, maka implikasinya adalah terjadinya peningkatan biaya kesehatan secara signifikan. Kementerian Kesehatan telah menetapkan TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh) sebagai pedoman dalam pengobatan penyakit TBC,” ucap dr. Wiendra.

Berangkat dari hal tersebut Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan PT. Johnson & Johnson Indonesia akan melakukan program kompetisi vlog TBC yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya kampanye penanggulangan TBC, serta untuk menumbuhkan kesadaran dan menimbulkan kepedulian masyarakat terhadap TBC dan juga sebagai media penyebarluasan informasi program penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia.

“Untuk itu kami mengapresiasi inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis melalui Kompetisi Vlog TBC ini. Harapannya akan lebih banyak kelompok pemuda produktif berpartisipasi, sehingga dapat meningkatkan jumlah penemuan kasus tuberkulosis ini.” Harap dr. Wiendra.

Penting untuk diketahui program kompetisi Vlog TBC adalah kompetisi yang dapat diikuti oleh masyarakat umum yang mengangkat topik seputar edukasi TBC. Kompetisi berjalan mulai efektif dibuka sejak peluncuran hari ini hingga 28 Februari 2018 mendatang, dengan kategori peserta terbuka untuk umum, baik individu maupun kelompok, dan berusia minimal 15 tahun. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi, silakan kunjungi www.ayotosstb.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *