
Salmonella sering masuk ke tubuh tanpa disadari—satu suapan makanan saja bisa berujung diare hebat, demam tinggi, bahkan perawatan di rumah sakit.
Bakteri mematikan ini kerap bersembunyi di makanan yang terlihat “aman”, seperti telur, daging, hingga jajanan sehari-hari.
Dikutip dari Harvard Health, berbagai makanan lain juga telah terbukti terkontaminasi — termasuk kemangi organik , melon , daging sapi giling , selai kacang, adonan kue mentah, telur, susu mentah atau yang tidak dipasteurisasi, dan tepung.
Anda juga bisa terinfeksi dengan menangani makanan yang terkontaminasi dan menyebarkan bakteri dari tangan ke mulut. Selain itu, Anda dapat menyebarkannya ke orang lain melalui tangan atau bahkan pakaian tanpa Anda sendiri jatuh sakit.
“Ini adalah kuman yang dibawa melalui tinja dan kotoran hewan, dan juga terdapat di lingkungan,” kata Dr. Hohmann, seorang spesialis penyakit menular di Massachusetts General Hospital dikutip dari Harvard Health.
“Jadi, kuman ini dapat berkembang biak di berbagai benda mati, tanah, dan mesin, terutama di lingkungan yang lembap.” lanjutnya.
Biasanya orang-orang yang telah terjangkit Salmonella akan merasakan beberapa gejala seperti sakit perut, kram perut dan diare. Gejala-gejala tersebut biasanya bereaksi setelah enam jam menelan makanan yang terdapat bakteri salmonella.
Beberapa orang memiliki gejala yang sangat ringan sehingga hampir tidak terasa. “Kasus klasiknya mungkin seorang mahasiswa yang makan burrito dari tempat yang mencurigakan, sakit selama beberapa hari, sembuh, dan tidak mempedulikannya,” kata Dr. Hohmann.
Terkadang gejalanya lebih serius, seperti kram perut yang parah dan diare berdarah, atau demam tinggi. Jika Anda mengalami hal ini harus segera periksa ke rumah sakit.
Hubungi dokter jika Anda mengalami hal berikut ini :
- Diare dan demam lebih tinggi dari 38 derajat Celcius
- Diare yang tidak membaik setelah tiga hari
- Feses berdarah
- Muntah yang sangat parah hingga membuat Anda tidak bisa menelan cairan
Untuk mencegah infeksi Salmonella, Kemenkes RI menyarankan untuk melakukan beberapa langkah, yaitu :
- Mencuci tangan sebelum makan, memasak, setelah menggunakan toilet, serta setelah memegang dan membersihkan kotoran hewan
- Mencuci bahan makanan sebelum dikonsumsi, seperti sayur-sayuran atau buah-buahan
- Menghindari konsumsi daging mentah atau tidak matang
- Menghindari konsumsi telur mentah atau makanan yang mengandung telur mentah
- Memisahkan Peyimpanan makanan mentah dengan makanan yang sudah matang
- Menyimpan daging merah, daging unggas, dan makanan laut secara terpisah dari bahan makanan lain di dalam kulkas
- Menggunakan talenan terpisah untuk daging mentah
- Menjaga kebersihan dapur beserta dengan alat-alatnya
- Tidak menyiapkan makanan untuk orang lain ketika sedang mengalami diare atau muntah
Baca juga : Benarkah Makanan Mentah Lebih Sehat Daripada Makanan Yang Dimasak?




