Olahraga Beban Dapat Ringankan Depresi

Sebuah penelitian tahun 2018 menemukan bahwa olahraga kekuatan, termasuk latihan beban, dapat membantu mengobati depresi.

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Saat ini, lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Tidak hanya menimbulkan kecemasan, orang yang mengalami depresi lebih rentan mengalami penyakit kardiovaskular, Alzheimer, hingga diabetes tipe 2. Mereka biasanya mengabaikan perawatan medis dan menghadapi risiko meninggal sebelum waktunya.

Latihan aerobik yang berat, dianggap sebagai pengobatan yang efektif untuk depresi. Faktanya, Harvard Medical School mencatat bahwa program olahraga yang ketat sama efektifnya dengan obat antidepresan atau terapi perilaku kognitif.

Lalu bagaimana dengan latihan beban?

Sebuah penelitian-tinjauan lebih lanjut dari beberapa studi sebelumnya-tahun 2018, menemukan bahwa olahraga kekuatan, termasuk latihan beban, dapat membantu mengobati depresi.

33 studi ditinjau yang melibatkan hampir 2000 peserta dengan berbagai kondisi, di antaranya sebagian pernah didiagnosis gangguan jiwa, sementara yang lainnya mengalami depresi karena sakit, cedera, obesitas, kecemasan, hingga lanjut usia.

Sekitar setengah dari partisipan (930 orang) ditempatkan ke dalam kontrol yang tidak menerima pengobatan. Sisanya (947 orang) secara aktif berpartisipasi dalam program latihan kekuatan reguler.

Hasilnya dari semua penelitian, latihan kekuatan dikaitkan dengan pengurangan gejala depresi yang signifikan. Ini terlepas dari usia, jenis kelamin, atau status kesehatan peserta; apakah mereka berlatih selama dua minggu atau satu tahun; apakah latihan mereka bervolume tinggi dan intens atau lebih sedang. Ketika mengawasi peserta saat berolahraga, mereka mengalami kelegaan yang lebih besar.

Baca juga: Sempat bunuh diri, Noah berhasil ubah tubuh gempalnya.

Selain itu, menariknya dalam studi-studi yang ditinjau tersebut, para peserta merasa tidak terbebani apakah mereka akhirnya menjadi bugar atau tidak. Peneliti menemukan bahwa semakin banyak peserta mengalami depresi, semakin banyak manfaat yang diperoleh dari latihan tersebut.

Para peserta yang tidak terlatih, menerima manfaat paling besar dari latihan intensitas sedang, sedangkan peserta yang terlatih, menerima manfaat paling besar dari latihan intensitas tinggi.

Sebuah studi sebelumnya mencatat bahwa latihan kekuatan dapat meringankan depresi di antara orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Mungkin olahraga beban bukan sesuatu yang menarik untuk Anda. Namun untuk mengatasi depresi tidak ada salahnya untuk dicoba. Ini lebih baik daripada Anda melampiaskan perasaan Anda kepada hal yang negatif dan merusak tubuh.

(Ayu/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *