Benarkah Pemakaian Masker Saat Olahraga Dapat Sebabkan Kematian?

Dalam rangka mencegah penularan virus COVID-19, penggunaan masker kini menjadi kewajiban seluruh masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun bagaimana dengan kegiatan olahraga?

Olahraga adalah suatu aktivitas fisik yang pasti melibatkan pernafasan. Jika ada yang sesuatu yang menutup bagian wajah terutama hidung, aka membuat Anda merasa tidak nyaman. Hal ini juga dikaitkan dengan risiko kematian akibat keracunan karbon dioksida (CO²).

Meski kebanyakan kasus didukung oleh adanya kondisi fisik yang kurang sehat, pemakaian masker yang salah diketahui dapat meningkatkan risikonya. Terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pada pernafasan. Oleh karena itu banyak perdebatan yang terjadi di masyarakat mengenai hal ini.

Jika berolahraga di rumah saja, Anda mungkin tidak perlu menggunakannya. Namun ketika New Normal berlangsung, Anda yang bosan berolahraga di rumah, dapat kembali berolahraga di luar rumah dengan syarat tertentu.

Berikut apa saja yang perlu Anda perhatikan sebelum berolahraga dengan masker:

Jenis

Ada banyak jenis masker yang beredar di pasaran, mulai dari yang berbahan kain (dapat dipakai berkali-kali), hingga yang sekali pakai. Selain dua jenis tersebut, masker dibedakan dari jenis kerapatannya. Ada yang berpori besar, dan ada pula yang kecil.

Untuk berolahraga, Anda dapat menggunakan yang berpori besar agar pernafasan tidak terganggu. Namun, karena sistem filtrasinya buruk, sebaiknya Anda menjaga jarak aman dengan orang di sekitar Anda.

Durasi berolahraga

Beraktivitas dalam waktu yang lama dengan menggunakan masker yang berpori rapat seringkali menyebabkan hipoksia atau risiko kekurangan oksigen. Hal ini seringkali terjadi pada tenaga medis.

Apalagi jika Anda berolahraga yang notabene merupakan aktivitas berat. Untuk menghindari terjadinya hiperkapnia (meningkatnya karbondioksida dalam darah), berolahragalah dengan durasi yang lebih singkat dan gunakan masker yang longgar.

Intensitas olahraga

Semakin tinggi intensitas olahraga yang Anda lakukan, semakin besar pula kebutuhan oksigen. Saat menggunakan masker, masuknya oksigen kedalam tubuh akan terhambat, terlebih jika Anda berkeringat. Gejalanya adalah denyut jantung yang lebih cepat.

Baca juga: Benarkah crossfit bisa sebabkan gagal ginjal hingga kematian?

Untuk mencegah hal tersebut, Anda dapat menurunkan intensitas olahraga menjadi ringan ataupun sedang.

Kondisi lingkungan

Saat berolahraga di luar rumah, Anda dapat memilih untuk berolahraga di dalam atau di luar ruangan.

Berolahraga di luar ruangan memiliki risiko penularan yang relatif lebih kecil daripada di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang terbatas. Oleh karena itu, dalam situasi tertentu Anda dapat melepas masker untuk mengurangi risiko sesak nafas.

Riwayat kesehatan

Kasus kematian mendadak saat olahraga kebanyakan disebabkan oleh gangguan jantung, bahkan pada mereka yang masih berusia muda. Selain itu olahraga dengan intensitas tinggi juga menjadi pemicunya Karena membatasi asupan oksigen, masker dapat meningkatkan risiko tersebut.

Tidak hanya saat olahraga saja, penggunaan masker yang terlalu rapat pada orang yang memiliki riwayat penyakit pernafasan perlu lebih waspada. Bahkan untuk lebih aman, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. (Ayu)

Sumber:
Kematian mendadak akibat pakai masker saat olahraga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *