Fat loss vs Weight loss: Manakah yang lebih baik?

Menurunkan berat badan berarti Anda harus mengurangi lemak berada di tubuh Anda. Namun ternyata menurunkan berat badan (weight loss) dan menghilangkan lemak tubuh (fat loss) adalah dua hal yang berbeda. Simak plus-minusnya berikut ini.

Weight loss

Kebanyakan orang hanya mengenal weight loss daripada fat loss. Namun meski tujuannya sama, kedua hal tersebut sangat berbeda.

Weight loss atau menurunkan berat badan, hanya berfokus pada berkurangnya angka di timbangan Anda (berat badan keseluruhan). Dalam hal ini tidak hanya lemak yang berkurang, bisa jadi hilangnya otot tubuh dan kandungan air yang membuat bobot Anda turun.

Biasanya ketika Anda hanya berfokus pada berat timbangan, cara yang paling sering dilakukan adalah dengan mengurangi makanan atau membatasi waktu dan porsi makan dalam sehari. Anda hanya akan makan buah atau sayur sebagai pengganti makanan pokok sehari-hari.

Meski kelihatannya berhasil dan memakan waktu yang relatif singkat, weight loss sering kali memberikan hasil yang kurang memuaskan, seperti tubuh yang bergelambir/tidak ideal, hasil yang tidak permanen, dan risiko kurang gizi.

Baca juga: 4 efek samping menurunkan berat badan dan cara mengatasinya.

Fat loss

Meski sama-sama menurunkan bobot tubuh, fat loss lebih berfokus pada berkurangnya kadar lemak yang ada di dalam tubuh.

Karena fokus pada lemak, Anda perlu menghitung dengan teliti jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, serta mengimbanginya dengan olahraga yang efektif untuk membakar lemak, seperti kardio dan angkat beban.

Cara ini tidak memberikan hasil yang relatif cepat, tetapi bertahap. Rekomendasi umum untuk penurunan berat badan yang aman dan efektif adalah 0,5 – 1 kg per-minggu. Karena penurunan berat badan secara ekstrim juga bisa menimbulkan gangguan pada kesehatan dan kinerja tubuh.

Efek fat loss tidak hanya pada postur tubuh yang jauh lebih baik secara permanen, tetapi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, karena nutrisi yang lebih terorganisir, dan juga kebugaran karena berolahraga.

Mana yang lebih baik?

Setelah menilik perbedaan fat loss dan weight loss, beberapa kesimpulan dapat diambil, bahwasanya fat loss lebih memberikan banyak manfaat dibandingkan weight loss.

Meski memakan waktu yang relatif lebih cepat, menurunkan berat badan tanpa berfokus pada lemak akan membuat massa otot dan kadar air juga ikut berkurang. Jika hal ini berlangsung secara ekstrim, akan memberikan efek yang negatif bagi tubuh Anda.

Otot dan lemak memiliki massa yang sama, namun kepadatannya berbeda. Jika Anda kehilangan 6 gram lemak dan menambah 6 gram otot, berat timbangan akan tetap sama, namun secara fisik akan berbeda.

Ketika Anda fokus menurunkan berat badan saja, Anda akan memotong banyak kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk protein (lebih banyak konsumsi sayur dan buah). Hal ini dapat membuat Anda kehilangan massa otot karena tidak cukupnya protein untuk membangun kembali otot.

Selain itu, kebanyakan kasus yang ditemukan mereka yang menurunkan berat badan cenderung tidak mengonsumsi karbohidrat. Hal ini tentunya sangat salah karena karbohidrat bertugas menahan air. Jika Anda tidak mengonsumsinya dalam waktu lama, otot akan beradaptasi dengan dehidrasi dan menyusut.

Untuk itu, jika ingin tubuh Anda ramping dan ideal, fokuslah pada penurunan lemak, bukan berat badan secara keseluruhan. Jangan lupa imbangi dengan olahraga serta nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.

(Ayu/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *