Kardio vs Latihan Beban: Manakah yang Efektif Menurunkan Berat Badan?

Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan, namun dilema mana olahraga yang lebih baik. Apakah kardio, atau latihan beban. Dua jenis latihan ini memang sangat populer, baik untuk kesehatan, membentuk tubuh ideal, juga stamina tubuh. Lantas mana yang perlu Anda lakukan untuk membantu Anda menurunkan berat badan?

Perbedaan dalam membakar kalori

Meski kedua olahraga ini efektif untuk membakar kalori dalam tubuh, namun ada perbedaan waktu dalam hal pembakaran kalori.

Kardio membakar lebih banyak kalori saat sesi olahraga berlangsung, sementara latihan beban yang justru menstimulasi otot tidak. Pembakaran kalori akan dilakukan saat tubuh beristirahat, yakni saat otot tumbuh dengan meningkatkan metabolisme tubuh.

Saat Anda melakukan kardio, semakin berat aktivitas Anda, kalori yang terbakar akan semakin banyak. Untuk itu kebanyakan orang lebih cenderung melakukan kardio saat ingin menurunkan berat badan dibandingkan dengan latihan beban.

Namun pembakaran kalori lewat metabolisme yang meningkat saat beristirahat setelah latihan beban memiliki efek yang panjang. Sebuah penelitian menunjukkan pembakaran kalori tetap meningkat bahkan hingga 38 jam pasca latihan. Tentu saja hal ini lebih efisien bagi Anda yang menurunkan berat badan.

Kardio atau latihan beban?

American College of Sports Medicine (ACSM) adalah salah satu organisasi terbesar yang memberikan rekomendasi latihan, termasuk menerbitkan rekomendasi berbasis menurunkan berat badan.

Melalui penelitiannya, ACSM menemukan bahwa latihan beban tidak terlalu membantu untuk penurunan berat badan. Namun latihan beban sangat baik untuk memperbaiki komposisi tubuh dengan menambah definisi otot dan mengurangi lemak.

Sementara ACSM juga menyatakan, untuk menurunkan berat badan dengan kardio, Anda setidaknya dapat melakukan aktivitas fisik paling sedikit 150 menit per minggu. Kurang dari 150 menit per minggu kardio mungkin tidak cukup untuk memaksimalkan penurunan berat badan.

Sebuah penelitian yang melibatkan 119 orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas, dimana mereka dibantu untuk mencapai postur yang mereka inginkan dengan berolahraga. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok, yakni yang hanya melakukan latihan beban, yang hanya melakukan kardio, dan yang melakukan keduanya (kombinasi).

Setelah 8 bulan, mereka yang melakukan kardio dan kombinasi kehilangan berat banyak paling banyak. Sementara itu yang melakukan olahraga kombinasi mendapatkan otot paling banyak.

Secara garis besar, mereka yang melakukan olahraga kombinasi memiliki perubahan komposisi tubuh terbaik, yakni kehilangan berat badan dan lemak, tetapi mendapatkan definisi otot. Untuk itu jika Anda mengharapkan hasil terbaik, Anda dapat melakukan keduanya.

Dukung dengan pola makan sehat

Kardio atau latihan beban tidak akan membuahkan hasil jika Anda tidak mendukungnya dengan pola makan yang benar. Diet atau pengaturan pola makan memegang peranan penting dalam kesehatan tubuh, termasuk menjaga tubuh tetap ideal.

Sebuah studi ilmiah yang melibatkan 400 orang meneliti berat badan dan diet plus olahraga. Kemudian membandingkannya dengan perubahan pola makan. Hasilnya, kombinasi perubahan pola makan ditambah olahraga menyebabkan penurunan berat badan 20% lebih besar daripada pola makan saja setelah periode 10 minggu, hingga satu tahun.

Kesimpulan

Kardio atau latihan beban, keduanya sangat baik untuk menurunkan berat badan jika dikombinasikan dan didukung dengan pola makan yang benar. Kardio dapat membakar kalori saat Anda melakukan aktivitas olahraga, sementara latihan beban membakar kalori saat Anda beristirahat. Ditambah lagi jika Anda memperhatikan apa yang Anda konsumsi dengan menerapkan pola makan sehat. Berat badan Anda akan tetap terjaga.

(Ayu/Berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *