Benarkah CrossFit Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Hingga Kematian?

olahraga crossfit bisa sebabkan gagal ginjal

Wafatnya seorang publik figure yang juga seorang pengusaha, Ashraf Sinclair yang begitu tiba-tiba, membuat banyak orang bertanya-tanya. Bagaimana seseorang yang dikenal menerapkan gaya hidup sehat dan rajin berolahraga seperti dirinya bisa mengalami serangan jantung.

Namun beberapa artikel menyebutkan bahwa Ashraf sangat aktif dalam beberapa olahraga, karena di dalam media sosialnya Ashraf kerap kali membagikan sesi olahraganya, salah satunya CrossFit. Bahkan pria kelahiran Malaysia 40 tahun silam ini merupakan Co-Founder dari CrossFit Equator. Lantas, benarkan olahraga CrossFit itu berbahaya?

Ternyata bukan hanya CrossFit, namun olahraga dengan intensitas tinggi lainnya seperti maraton juga dapat menyebabkan kerusakan bagi organ tubuh, misalnya otot dan ginjal.

Sebuah penelitian yang melibatkan 58 orang dengan usia rata-rata 24 tahun, menemukan bahwa berolahraga intensitas tinggi dapat meningkatkan enzim mioglobin, kreatinin, dan beberapa zat lainnya yang mengindikasikan terjadinya kerusakan ginjal.

Apa yang terjadi pada tubuh saat berolahraga terlalu keras?

Saat otot yang sudah lelah dipaksa untuk bekerja sangat keras, jaringan di dalamnya akan hancur. Akibatnya enzim mioglobin dan produk serat otot lainnya pun terlepas ke dalam aliran darah. Kompenen inilah yang menyebabkan komplikasi pada ginjal hingga mengalami kerusakan (gagal ginjal). Dalam dunia medis, kerusakan jaringan otot disebut rabdomiolisis.

Gejala rabdomiolisis mungkin agaknya susah untuk dideteksi karena tidak selalu mempengaruhi seluruh tubuh. Namun biasanya yang paling umum adalah rasa nyeri pada bahu, paha, atau punggung bawah. Bahkan rasa nyeri ini membuat penderitanya sulit menggerakkan tangan atau kakinya.

Meski sepele, rasa nyeri ini bisa berakibat fatal jika diabaikan begitu saja. Tingkat lanjut kemungkinan warna urin akan berubah pekat, serta volume urin akan semakin sedikit, bahkan tidak ada sama sekali. Kondisi inilah yang paling berbahaya karena fungsi ginjal sudah rusak.

Selain itu rabdomiolisis juga dapat mempengaruhi ritme jantung menjadi tidak teratur. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko serangan jantung yang sering menyebabkan kematian.

Baca juga : http://reps-id.com/manfaat-sehat-functional-training-dalam-aktifitas-harian/

Kiat aman untuk berolahraga intensitas tinggi

Bagi Anda pecinta olahraga intensitas tinggi seperti CrossFit, sebelum bergabung dengan olahraga ini, pastikan Anda berkonsultasi dulu kepada ahlinya atau dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah tubuh Anda mampu dan dalam kondisi aman untuk melakukannya. Selain itu ada beberapa poin yang perlu diperhatikan, yakni;

  • Pertama Anda perlu tahu bahwa memang olahraga ekstrim membuat Anda mampu mendobrak batas maksimal tubuh. Namun bukan berarti Anda harus menghukum diri sendiri. Anda perlu tahu kapan harus berhenti, dan kapan boleh lanjut kembali sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
  • Jangan libatkan ego dalam berolahraga. Tujuan berolahraga adalah untuk sehat. Untuk itu berhentilah memforsir tubuh untuk mendapat hasil yang maksimal.
  • Cari informasi dalam-dalam mengenai olahraga yang Anda tekuni. Apakah memiliki efek samping lainnya pada tubuh.
  • Beristirahatlah dengan cukup setelah berolahraga, setidaknya 24 jam agar pemulihan otot berjalan lebih baik.
  • Penuhi nutrisi tubuh, terutama air putih untuk mencegah dehidrasi yang mengancam kesehatan Anda.

(Ayu/Berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *