Tanda-Tanda Tubuh Mengalami Overtraining

Overtraining adalah salah satu konsep yang paling disalahpahami dalam dunia binaraga. Kebanyakan orang berpendapat bahwa latihan lebih banyak akan membuat otot tumbuh lebih cepat. Padahal sebaliknya, terlalu bekerja keras dapat membuat otot kelelahan.

Menurut penelitian, overtraining adalah respons yang salah terhadap olahraga yang berlebihan tanpa istirahat yang cukup. Ini berakibat pada gangguan sistem tubuh (neurologis, endokrinologis, dan imunologis) ditambah dengan perubahan suasana hati.

Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang baru mulai dan kurang informasi terhadap olahraga tertentu. Untuk itu sebelum mulai latihan, Anda perlu tahu apa saja tanda-tanda tubuh mengalami overtraining. Simak poin-poinnya berikut ini:

Sistem saraf menjadi lemah

Saat tubuh mengalami overtraining, sistem saraf pusat akan mendapatkan pukulan yang paling besar. Anda akan mudah jatuh sakit karena sistem kekebalan tubuh melemah. Hal ini akan mempengaruhi kinerja Anda saat latihan.

Untuk itu jika Anda merasa tidak fit padahal sudah berolahraga dan makan sehat, itu berarti Anda mengalami overtraining. Kurangi intensitas latihan Anda dan beristirahatlah lebih baik.

Nyeri otot dalam waktu lama

Otot mungkin terasa sakit bahkan setelah latihan ringan. Namun bagi Anda yang overtraining, rasa nyeri ini akan berlangsung lama. Bahkan berhari-hari.

Mengonsumsi suplemen mungkin bisa meredakan rasa nyeri. Tapi tidak memulihkan otot Anda. Untuk itu, penting bagi Anda untuk beristirahat saat merasa tubuh membutuhkannya. Karena otot hanya akan tumbuh setelah mengalami pemulihan.

Baca juga: Benarkah baking soda dapat atasi nyeri pasca latihan.

Lelah yang berlebihan

Latihan yang berlebihan dapat membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu. Jika Anda mengalami overtraining, Anda akan merasa lelah, bahkan saat bangun di pagi hari. Kelelahan yang berkepanjangan dapat menyebabkan masalah konsentrasi, motivasi, hingga depresi.

Jika Anda mengalami masalah ini, pertimbangkan untuk beristirahat di gym untuk sementara waktu hingga tubuh terasa bugar kembali.

Denyut jantung yang berubah

Saat overtraining, Anda mungkin akan mengalami perubahan denyut jantung. Saat HIIT, denyut jantung yang tinggi adalah hal yang normal.

Tetapi jika Anda mengalami detak jantung istirahat yang sangat tinggi atau rendah, itu menjadi masalah. Jika hal ini terjadi pada Anda, konsultasikan pada dokter sedini mungkin.

Cedera

Jika Anda latihan berlebihan, jaringan otot dan persendian akan mengalami kelelahan dan melemah. Hal ini akan semakin buruk jika tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan diri.

Ketika otot dan persendian melemah, mengangkat beban berat dan memaksakan diri dapat menyebabkan cedera. Untuk itu, selain istirahat, Anda perlu mempertimbangkan kapasitas tubuh saat latihan dan tidak memaksakan diri.

(Ayu/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *