
Ambisi membara Isai Kesek masih berlanjut. Setelah menang di ajang Moe’s Muscle yang di selenggarakan di New Zealand 2025. Isai Kesek tengah mempersiapkan dirinya untuk merebut point ke ajang Mr Olympia 2026.
Rencananya Ia akan bertanding di ajang New York Pro pada 8-9 Mei dan Pittsburgh Pro, Amerika pada 16-17 Mei.
“Sekitar 10 minggu lagi dari sekarang, saya akan bertanding di ajang New York pro & Pittsburgh pro di USA,” Terang Isai saat dihubungi Reps-Id (27/2).
Isai mengaku untuk persiapan event kali ini tidak ada kendala sama sekali. Hal yang paling diperhatikan adalah jangan sampai saat timbang badan tidak melebihi standar yang telah ditetapkan.
“Sebenarnya gak ada yang berat cuma selalu memikirkan tentang berat badan supaya gak over waktu penimbangan berat badan sebelum tanding,” Ucapnya.
Untuk program latihan sendiri, tidak ada perubahan yang signifikan dari segi pola latihan. Ia mengatakan selalu berusaha memaksimalkan sebaik mungkin dari kondisi badan sebelumnya.
“Sebenarnya gak ada perubahan besar hanya selalu memaksimalkan sebaik mungkin dari kondisi sebelumnya. Saya selalu berpikir semua kurang dan semua harus di tingkatkan tapi sekarang memang lebih fokus ke bagian otot punggung,” terang Isai kepada Reps-Id.
Demi mendapatkan point menuju panggung Mr Olympia, Isai bercerita butuh pengorbanan besar bahkan Ia rela untuk menjauh dari kehidupan sosialnya.
“Dari saya pribadi pengorbanan terbesar adalah mengorbankan semua hal apapun itu untuk fokus ke diri sendiri buat maksimal contoh waktu sama keluarga, teman, waktu bersenang-senang bahkan gak memikirkan tabungan karena hanya untuk pakai persiapan hahaha,” terangnya sembari tertawa.
“Sebenarnya itu gak terlalu baik tapi ya begitulah makanya seorang Isai Kesek bisa sampai di titik ini,” tambahnya.
Isai berharap di event yang akan datang ia berhasil mendapatkan point agar bisa membawa nama Indonesia kembali berada di panggung prestigius Olympia.
“Harapannya menang pasti, tapi kita gak tau hasil akhirnya karna ini di tentukan dari juri, jadi saya buat semaksimal mungkin tanpa ada kesalahan,” tutupnya.
Baca juga : Menilik Kontes Mr. Olympia 1980 yang Kontroversial




