Skip to content
Tiktok
Facebook-f
Twitter
Youtube
Have an account?
Login
Home
Health
Fitness Wellness
Training
Fat Loss
Nutritions
News & Events
Gym Profile
Gallery Events
Videos
Contact Us
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Menu
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Home
Health
PENELITI UNGKAP KEBIASAAN INI BISA BIKIN OTAK LEBIH MUDA 8 TAHUN

PENELITI UNGKAP KEBIASAAN INI BISA BIKIN OTAK LEBIH MUDA 8 TAHUN

  • December 24, 2025
0
23
otak

Tahukah kamu, bahwa orang-orang yang mempunyai kebiasaan gaya hidup positif memiliki otak delapan tahun lebih muda?

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of California, menemukan beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan agar otak bisa awet muda, bahkan hingga 8 tahun lebih muda.

Jawabannya adalah dengan tidur nyenyak, pengelolaan stres dan dukungan sosial yang kuat.

Dilansir dari Dailymail, studi ini melibatkan 128 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia dari empat benua yang perkembangannya diikuti hingga 2 tahun. Hampir 70 persen pesertanya adalah seorang perempuan dan kebanyakan mengalami nyeri kronis.

Hasilnya, peserta yang melakukan kombinasi antara faktor psikologis dan gaya hidup sehat memilki otak yang terlihat lebih muda hingga 8 tahun dari perkiraan.

Sebaliknya, responden yang mengalami ‘kesulitan hidup’ seperti nyeri kronis, pendapatan rendah, pendidikan rendah, dikaitkan dengan otak yang terlihat lebih tua.

Di samping itu, dalam analisis yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Limerick, para ilmuwan memeriksa data dari lebih setengah juta orang. Selama periode penelitian, 43.851 peserta meninggal dunia.

Tim peneliti mengkaji lima sifat kepribadian utama yaitu : 

  • Neurotisme
  • Ekstroversi
  • Keterbukaan
  • Keramahan
  • Kehati-hatian (conscientiousness)

Orang dengan tingkat neurotisme yang lebih tinggi, ditandai dengan kecemasan dan ketidakstabilan emosi, memiliki risiko tiga persen lebih tinggi untuk meninggal.

Sedangkan, tingkat kesadaran diri yang lebih tinggi – yang dikaitkan dengan sifat terorganisir, disiplin, dan dapat diandalkan – memilki risiko kematian sepuluh persen lebih rendah.

Ekstroversi, yang mencerminkan kemampuan bersosialisasi dan keterlibatan dengan orang lain, dikaitkan dengan risiko kematian yang tiga persen lebih rendah, dengan efek yang sangat kuat terutama di Amerika Serikat dan Australia.

Tidak ditemukan hubungan yang jelas antara angka kematian dan keterbukaan atau keramahan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa cara kita berpikir, merasa, dan berperilaku tidak hanya terkait dengan kepuasan hidup dan hubungan sosial, tetapi juga dengan berapa lama kita hidup,” kata Dr. Máire McGeehan, asisten profesor di Universitas Limerick yang memimpin studi tersebut dikutip dari Dailymail.

Baca juga : Apakah Steroid Memengaruhi Fungsi Otak?

23
  • Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Related Post

Competitive
6 April 2016
Ade Rai ajak Para Publik Figur Untuk Cinta Olahraga Fitness
News & Events
28 November 2017
Kota Sragen Punya Deni Askar Atlet Scitec Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reps Kitchen's

Training

Pria

  • October 28, 2024

3 Langkah Latihan Kaki Terbaik Untuk Pemula

  • June 5, 2024

Bangun Lengan Besar Dengan 6 Latihan Terbaik

Wanita

  • March 1, 2024

Latihan Kickboxing Terbaik Untuk Estetika dan Kekuatan Tubuh

  • May 22, 2023

3 Latihan Kaki Terbaik Untuk Wanita

globe-logo
logo-sportisi-4x9cm-1585645014
logo-scitec-4x9cm-1585645011
apparel gym

© 2026. Reps Fitness Indonesia.

  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions
Menu
  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions

Hubungi Kami

  • Tokopedia
  • Blibli
  • Tiktok Shop
  • Shopee