
Atlet lomba jalan asal Kazakhstan, Yasmina Toxanbayeva harus rela kehilangan medali emas Asian Games 2026 usai didiskualifikasi karena menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan aturan World Athletics.
Dilansir dari Reuters, Toxanbayeva sebelumnya finis di posisi pertama dalam nomor jalan cepat maraton putri yang digelar di Nagoya, Jepang, pada Minggu (27/9/2026). Ia menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 3 jam 22 menit 20 detik, hampir empat menit lebih cepat dari atlet China, Danzengquzong, yang finis di posisi kedua.
“Atlet hanya boleh mengenakan sepatu yang telah disetujui dan terdaftar di platform World Athletics. Dia tidak mengenakan salah satunya, itulah sebabnya kami mengirimkan surat kepada World Athletics,” kata seorang pejabat teknis dikutip dari Reuters.
Setelah dilakukan pemeriksaan, World Athletics memutuskan untuk mencabut medali emas miliknya. Lantas hal tersebut membuat posisi para atlet di podium pun berubah. Danzengquzong dari China yang sebelumnya finis di posisi kedua dinyatakan sebagai peraih medali emas. Rekan senegaranya, Ma Li, naik ke posisi kedua mendapatkan medali perak.
Sementara itu, atlet Jepang Yukiko Umeno yang sebelumnya berada di peringkat 4, naik menjadi juara 3 dan berhak mendapatkan medali perunggu.

Toxanbayeva Ajukan Banding
Meski medali emasnya dicabut, Toxanbayeva masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkan hasil perlombaannya melalui prode banding yang telah diajukan.
“Tuhan akan mengatur segalanya demi kebaikan! Saya hanya ingin bilang bahwa dukungan kalian sangat berarti bagiku di masa-masa sulit. Saya akan terus melangkah maju, kamu tidak bisa menyingkirkanku semudah itu!” Ungkapnya di Instagram.
Kasus ini menunjukkan bahwa dalam kompetisi olahraga tingkat internasional, bukan hanya kemampuan atlet saja yang harus memenuhi peraturan melainkan juga peralatan yang digunakan, termasuk juga sepatu wajib sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pelanggaran terhadap aturan bisa merakibat diskualifikasi seperti yang terjadi dengan Yasmina Toxanbayeva.
Baca juga : Nick Walker Raih Gelar Mr. Olympia 2026, Piala Sandow Pertama dalam Kariernya




