
Kabar atlet angkat berat asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna gagal berangkat ke kejuaraan dunia belakangan ini mendapatkan sorotan tajam dari publik media sosial.
Wahyu yang sempat memecahkan rekor dunia dalam kategori deadlift 276,5kg kelas 59 kg pada ajang Asian African Pacific Championship 2025 di Himeji, Jepang ini harus merelakan dirinya untuk tidak mengikuti kejuaraan IPF World Lithuania karena harus membayar uang denda sebesar Rp 339 juta ke pengurus setempat.
“Pengurus PABERSI Bali meminta dana jaminan $20.000 atau sebesar Rp 339 juta. Uang itu digunakan apabila saya terjadi apa-apa maka uang itu yang digunakan untuk denda. Karena dari pengurus tidak ada dana untuk membayar itu. Dan apabila saya tidak terjadi apa-apa maka uang itu akan dikembalikan,” tulis wahyu di Instagram pribadinya.
Lebih lanjut wahyu mengungkapkan bahwa hal tersebut jadi syarat utama untuk berangkat ke kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania.
“Jika saya mau berangkat kejuaraan dunia maka harus bayar jaminan itu ke pengurus Bali. Itu jadi syarat utama. Uang sebanyak itu dari mana?” lanjut Wahyu.
Kolom komentar Instagram Wahyu pun dipenuhi dukungan dari teman-teman sejawad. salah satunya @canggihfit yang turut mendukung.
“Ini ga bisa berangkat dengan independen ya? kalo bisa semua biayanya dan uang pembinaan bulanannya saya tanggung deh…kalo harus ada surat rekomendasi tolong yuk dibantu dorong om @mastercorbuzier dan pak @erickthohir @kemenpora, ini putra bangsa potensila, dia ini manusia terkuat se Asia ini beneran real punya Indonesia… sayang banget kalo potensinya ke tahan cuma karena hal seperti ini.. yuk bisa yuk kita gerak bareng untuk Indonesia”
Baca juga : Mengenal 3 Latihan Utama Dalam Powerlifting




