Skip to content
Tiktok
Facebook-f
Twitter
Youtube
Have an account?
Login
Home
Health
Fitness Wellness
Training
Fat Loss
Nutritions
News & Events
Gym Profile
Gallery Events
Videos
Contact Us
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Menu
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Home
Muscle Building
Berotot belum tentu sehat

Berotot belum tentu sehat

Bagi kaum pria memiliki tubuh berotot tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri,
  • September 22, 2014
0
1,094

muscle-man

Bagi kaum pria memiliki tubuh berotot tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, bahkan terasa lebih macho, tapi tahukah Anda dibalik otot kekar ada satu kelainan yang mengancam, seperti yang dilangsir dari BBC.

Para peneliti mengingatkan pria yang membentuk ototnya secara berlebihan bisa mengalami peningkatan resiko kesalahan pembentukan tubuh, yang lazim disebut muscle dysmorphia (MD). Kelainan tersebut sering dijumpai pada pria yang sangat berotot, ironisnya kondisi tersebut justru memicu pria untuk semakin menambah ukuran dan bentuk tubuhnya. Bahkan mereka tak segan memakai steroid untuk mendukung pembentukan fisik mereka.

Sindrom ini berbeda dengan bentuk lain dari kelainan dismorfia tubuh, pasalnya disamping tidak puas pada beberapa bagian tubuhnya, penderita dysmorphia otot juga tak suka dengan bentuk tubuh mereka secara keseluruhan. Penelitian tersebut melibatkan 54 pria di Boston, Massachusetts, AS, dimana satu kelompok terdiri atas 24 pria yang berlatih secara reguler dan memang positif mengidap MD, sementara kelompok kedua terdiri atas 30 pria yang berlatih secara reguler tapi tak mengidap MD. Kemudian responden diminta menjawab kuisioner tentang kebugaran dan penampilan tubuhnya.

article-0-05204739000005DC-506_634x375

Kedua kelompok memiliki kualifikasi pendidikan, pekerjaan dan pola latihan yang mirip. Responden dengan MD mengakui dirinya kurang menarik secara fisik dan juga merasa kurang sehat dibandingkan rekannya. Kecenderungan seperti ini dulu hanya terlihat pada wanita. Kelompok pertama juga lebih mementingkan penampilan daripada kelompok kedua. Mereka merasa kurang puas dengan bentuk tubuhnya terutama di area torso (pantat, pinggang, paha dan kaki), kondisi otot dan berat badan.

Riset yang dipimpin Dr. Precilla Choi dari School of Human Movement, Recreation and Performance, Victoria University, Melbourne, Australia, ini diterbitkan oleh British Journal of Sports Medicine. Dalam salah satu tulisan di jurnal tersebut menyebutkan: “Jika kebanyakan pria pergi ke gym untuk berlatih meningkatkan otot, beberapa dari mereka mungkin beresiko menderita MD”.

Mereka menambahkan MD pada pria mungkin merupakan satu konsekuensi negatif dari kebiasaan latihan fisik, khususnya latihan angkat beban. Langkah pencegahan dan terapi merupakan pertanyaan penting bagi para peneliti dan praktisi untuk terus menggalinya.

1,094
  • Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Related Post

Health
22 September 2014
Fraktura lanjutan
News & Events
24 September 2018
PERESMIAN PATUNG GARUDA WISNU KENCANA OLEH PRESIDEN RI BAPAK IR. H. JOKO WIDODO

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reps Kitchen's

Training

Pria

  • October 28, 2024

3 Langkah Latihan Kaki Terbaik Untuk Pemula

  • June 5, 2024

Bangun Lengan Besar Dengan 6 Latihan Terbaik

Wanita

  • March 1, 2024

Latihan Kickboxing Terbaik Untuk Estetika dan Kekuatan Tubuh

  • May 22, 2023

3 Latihan Kaki Terbaik Untuk Wanita

globe-logo
logo-sportisi-4x9cm-1585645014
logo-scitec-4x9cm-1585645011
apparel gym

© 2026. Reps Fitness Indonesia.

  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions
Menu
  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions

Hubungi Kami

  • Tokopedia
  • Blibli
  • Tiktok Shop
  • Shopee