Skip to content
Tiktok
Facebook-f
Twitter
Youtube
Have an account?
Login
Home
Health
Fitness Wellness
Training
Fat Loss
Nutritions
News & Events
Gym Profile
Gallery Events
Videos
Contact Us
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Menu
  • Home
  • Health
  • Fitness Wellness
  • Training
  • Fat Loss
  • Nutritions
  • News & Events
  • Gym Profile
  • Gallery Events
  • Videos
  • Contact Us
Home
Health
Waspadai Risiko Kelebihan Protein Pada Tubuh

Waspadai Risiko Kelebihan Protein Pada Tubuh

Meski bermanfaat bagi kesehatan, kelebihan protein dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada tubuh.
  • May 16, 2024
0
431

Protein memang menjadi salah satu kebutuhan utama tubuh untuk berfungsi dengan baik dan meregenerasi sel. Bahkan bagi Anda yang sedang membangun otot, konsumsi protein sangat membantu meningkatkan massa otot dan mempercepat pemulihan.

Namun kelebihan protein justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu. Berikut Reps ulas apa saja risiko kelebihan protein pada tubuh dan berapa jumlah yang aman untuk Anda konsumsi setiap hari.

Risiko Konsumsi Terlalu Banyak Protein

Diet tinggi protein yang kini sedang menjadi trend kesehatan untuk menurunkan berat badan, membuat banyak orang konsumsi protein dalam jumlah besar. Akibatnya sejumlah efek negatif mulai bermunculan, seperti:

Meningkatnya Berat Badan

Banyak orang percaya bahwa konsumsi lebih banyak protein untuk menggantikan karbohidrat dan lemak. Namun meski menjanjikan penurunan berat badan, ini mungkin tidak akan berlangsung lama.

Kelebihan protein yang Anda konsumsi disimpan sebagai lemak, sedangkan asam aminonya dikeluarkan. Dengan penyimpanan lemak yang meningkat, berat badan Anda akan bertambah, terutama jika Anda juga meningkatkan asupan kalori di saat yang bersamaan.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa kenaikan berat badan secara signifikan dikaitkan dengan pola makan yang menggunakan protein untuk menggantikan karbohidrat, namun tidak terkait dengan pola makan yang menggantikan lemak.

Bau Mulut

Konsumsi protein dalam jumlah besar sambil membatasi asupan karbohidrat dapat menyebabkan bau mulut. Ini mungkin disebabkan oleh metabolisme ketosis. Ini menghasilkan bahan kimia yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Sayangnya dengan menyikat gigi dan membersihkannya dengan benang gigi pun tidak dapat menghilangkannya. Anda harus minum lebih banyak air dan mengunyah permen karet untuk mengatasi efek ini.

Sembelit

Selain bau mulut, sembelit menjadi salah satu efek samping yang terjadi saat Anda konsumsi lebih banyak protein dan membatasi karbohidrat, terutama serat. Untuk itu Anda perlu mengimbanginya dengan meningkatkan asupan air dan serat untuk mengatasinya.

Dehidrasi

Tubuh membuang kelebihan nitrogen dengan air yang ada di dalam tubuh. Jika Anda konsumsi protein secara berlebihan, kelebihan nitrogen yang dibuang pun semakin banyak. Ini membuat Anda lebih mudah kekurangan cairan meski Anda tidak merasa lebih haus.

Risiko atau efek ini dapat diminimalkan dengan memperbanyak asupan air, terutama jika Anda adalah orang yang aktif. Terlepas dari konsumsi protein, penting untuk selalu minum banyak air sepanjang hari.

Kerusakan Ginjal

Pada orang yang sehat mungkin ini tidak terlalu berpengaruh, tapi pada mereka yang memiliki riwayat penyakit ginjal, kerusakan akan semakin parah karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang nitrogen ekstra dan produk sisa metabolisme protein.

Secara terpisah, sebuah penelitian tahun 2012 mengamati efek diet rendah karbohidrat, tinggi protein, dan rendah lemak pada ginjal.

Studi tersebut menemukan bahwa pada orang dewasa sehat yang mengalami obesitas, diet penurunan berat badan rendah karbohidrat dan tinggi protein selama dua tahun tidak dikaitkan dengan efek berbahaya pada filtrasi ginjal, albuminuria, atau keseimbangan cairan dan elektrolit dibandingkan dengan diet rendah lemak.

Baca Juga: Apakah konsumsi protein berlebihan dapat merusak ginjal?

Berapa Jumlah Yang Disarankan?

Jumlah protein harian yang perlu Anda konsumsi bervariasi, tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, aktivitas, kesehatan, pola makan total, dll. Namun dalam banyak kasus, jumlah protein harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa dapat dihitung berdasarkan berat badan.

Bagi orang dewasa dengan aktivitas fisik minimal, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsi rata-rata minimal harian 0,8 gram protein per kilogram (kg) berat badan. Namun jika Anda berolahraga terutama dengan beban atau berat badan selama lebih dari satu jam hampir setiap hari dalam seminggu, Anda sebaiknya makan hingga 1,2 hingga 1,7 gram per kg berat badan setiap hari.

Beberapa orang, termasuk atlet profesional, mungkin bisa makan sebanyak 3,5 g per kg berat badan tanpa efek samping apa pun. Secara umum, para ahli juga percaya bahwa sebagian besar orang dewasa yang sehat dapat mentolerir konsumsi 2 g protein per kg berat badan per hari dalam jangka panjang.

431
  • Share
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on telegram

Related Post

Healthy Sex
26 September 2016
Cara Sederhana dan Efektif Tambahkan Volume Air Mani
Diet
21 July 2016
Kurangi Toxin Dalam Tubuh Dengan Biji Polokyo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Reps Kitchen's

Training

Pria

  • October 28, 2024

3 Langkah Latihan Kaki Terbaik Untuk Pemula

  • June 5, 2024

Bangun Lengan Besar Dengan 6 Latihan Terbaik

Wanita

  • March 1, 2024

Latihan Kickboxing Terbaik Untuk Estetika dan Kekuatan Tubuh

  • May 22, 2023

3 Latihan Kaki Terbaik Untuk Wanita

globe-logo
logo-sportisi-4x9cm-1585645014
logo-scitec-4x9cm-1585645011
apparel gym

© 2026. Reps Fitness Indonesia.

  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions
Menu
  • Advertise with Us
  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions

Hubungi Kami

  • Tokopedia
  • Blibli
  • Tiktok Shop
  • Shopee