
Joanna Wietrzyk dikenal sebagai salah satu atlet wanita terbaik di dunia HYROX. Ia saat ini memegang rekor dunia wanita dengan catatan waktu 54 menit 25 detik.
Pada akhir pekan lalu, Wietrzyk kembali menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan di ajang HYROX Beijing. Namun, bukan kemenangan tersebut yang membuat namanya menjadi sorotan.
Wietrzyk justru menjadi buah bibir setelah mengalami insiden tidak terduga saat perlombaan. Ia diketahui buang air besar tanpa sengaja ketika masih berada di lintasan. Kondisi tersebut membuat kotoran mengotori bagian kakinya hingga ia harus menyelesaikan perlombaan dalam kondisi tersebut.
Sejumlah foto dari perlombaan kemudian beredar di media sosial. Dalam foto-foto tersebut, Wietrzyk terlihat tetap menjalani berbagai rangkaian gerakan, termasuk burpee broad jump, lunge, dan wall ball, meski mengalami insiden tersebut.



Unggahan mengenai kejadian itu pun viral dan memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mengaku merasa jijik, sementara lainnya menganggap insiden tersebut sebagai sesuatu yang lucu. Ada pula yang mempertanyakan keputusan untuk menyebarluaskan foto-foto tersebut.
Selain kondisi atlet, insiden ini juga memunculkan pertanyaan mengenai standar kebersihan dan pengawasan penyelenggara. Dilansir dari Global Times, sejumlah pihak mempertanyakan mengapa perlombaan tidak segera dihentikan atau atlet ditarik dari lintasan setelah area tersebut terdampak.
Perdebatan tersebut semakin ramai karena HYROX diketahui menerapkan penalti terhadap berbagai pelanggaran selama perlombaan, termasuk pelanggaran yang dinilai relatif kecil seperti meludah. Sejumlah peserta kemudian mempertanyakan konsistensi penerapan aturan, khususnya dalam situasi yang berkaitan dengan kebersihan lintasan.
Beberapa peserta bahkan meminta penyelenggara memberikan klarifikasi, permintaan maaf, hingga mempertimbangkan pengembalian biaya pendaftaran.
Melalui pernyataan di Weibo, pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa peralatan yang terkontaminasi telah disingkirkan. Area lintasan yang terdampak juga ditutup untuk menjalani proses sanitasi. Selain itu, penggantian karpet dan pembersihan menyeluruh dijadwalkan dilakukan sepanjang malam.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak memuat permintaan maaf secara langsung kepada para peserta yang mengikuti perlombaan.
Baca juga : Wanita Berusia 28 Tahun Meninggal Dunia Akibat Serangan Panas Saat Kompetisi HYROX di Lyon




