
Runner’s Trot atau yang biasa dikenal dengan diarenya para pelari kerap terjadi sebelum, selama atau tepat setelah berlari. Bahkan di beberapa kasus, ada yang sampai buang air besar di celana saking tidak tertahankan.
Dikutip dari WebMD, runner’s trot adalah kondisi ketika seseorang merasakan dorongan kuat untuk buang air besar selama atau tepat setelah berlari. Kadang, sampai tidak tertahankan sehingga menyebabkan runner diarrhea.
Kondisi ini lebih umum terjadi pada pelari jarak jauh, dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Pelari muda mungkin lebih sering mengalaminya daripada perlari yang lebih tua.
Kemungkinan Penyebab Runner’s Trot
Kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa hal, seperti masalah pencernaan terjadi karena aliran darah ke area tersebut berkurang dan sebagai gantinya terjadi peningkatan aliran darah ke otot-otot yang digunakan untuk berlari.
Saat berolahraga, aliran darah ke tempat-tempat seperti usus besar berkurang, sehingga mengurangi aliran oksigen dan nutrisi. Dengan intensitas olahraga yang cukup tinggi, berkurangnya aliran darah dan dehidrasi dapat menyebabkan diare mendesak dan kolitis iskemik.
Lalu Bagaimana Cara Menghindarinya?
Dikutip dari Healthline, dalam survei yang dilakukan tahun 2020, beberapa pelari menghindari makanan seperti daging, produk susu, ikan atau seafood, unggas, hingga makanan tinggi serat.
Selain itu hindari pakaian yang terlalu ketat. Hal ini karena pakaian ketat dapat menghambat aliran darah ke saluran pencernaan dan membuat gejala diare semakin tidak nyaman.
Hindari kafein dalam bentuk apapun sebelum berlari, karena kafein bertindak sebagai diuretik. Jika Anda cenderung mengalami diare saat berlari, cobalah mengurangi pemanis buatan, gula dan alkohol pada malam sebelum berlari.
Baca juga : Apa itu Pace Dalam Lari?




