
Sering merasa lelah, rambut rontok, badan pegal-pegal hingga suasana hati memburuk bisa jadi Anda kekurangan vitamin D. Karena vitamin D mudah dibeli secara bebas, tak sedikit orang mengonsumsinya tanpa mengikuti dosis yang dianjurkan.
Dikutip dari Indian Express, sebiah kasus medis yang dibagikan oleh ahli jantung asal Pakistan, Dr. Umair Iftikhar, menjadi pengingat bahwa bahkan vit D pun dapat menjadi berbahaya jika dikonsumsi tidak sesuai dosis.
Kasus ini menimpa seorang wanita berusia 26 tahun yang nekat mengonsumsi vit D karena mendengar temannya menyebut bahwa dirinya kekurangan vit D.
Masalah mulai muncul ketika ia mengalami sejumlah gejala yang tidak biasa, seperti muntah, tubuh terasa lemas, sembelit, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil hingga mengalami kebingungan.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan kadar vit D dalam tubuh wanita tersebut yang telah mencapai tingkat toksik atau beracun.
Akibatnya, kadar kalsium dalam darahnya melonjak drastis (hiperkalsemia) dan memicu kerusakan ginjal yang parah. Kondisi itu membuatnya harus menjalani cuci darah (dialisis).
Apakah Vit D benar-benar dapat merusak ginjal?
Menurut Dr. Aseem Thamba, Konsultan Nefrologis dan Dokter Transplantasi Ginjal di Rumah Sakit Zen Multi-spesialisasi, Chembur, kasus seperti itu jarang terjadi tetapi mungkin saja terjadi.
“Suplementasi vitamin D yang berlebihan atau tanpa pengawasan, dalam kasus yang jarang terjadi, dapat menyebabkan toksisitas vitamin D, yang mengakibatkan kadar kalsium yang sangat tinggi dan berbahaya yang dapat merusak ginjal dan menyebabkan cedera ginjal akut,” katanya dikutip dari Indianexpress.
“Jika kerusakan ginjal parah atau berkepanjangan, beberapa pasien mungkin memerlukan dialisis, yang menekankan pentingnya mengonsumsi suplemen vitamin D hanya di bawah pengawasan medis dan setelah melalui pengujian yang sesuai.” tambahnya.
Banyak orang berasumsi bahwa usia muda melindungi mereka dari komplikasi semacam itu. Namun, Dr. Thamba memperingatkan bahwa usia saja bukanlah jaminan.
“Bahkan orang-orang di usia 20-an pun dapat mengalami komplikasi serius, termasuk cedera ginjal, jika mereka mengonsumsi vitamin D dalam dosis berlebihan dalam jangka waktu lama tanpa pengawasan medis.” terangnya.
Menurut Dr Thamba, masyarakat wajib waspada jika mengalami tanda-tanda berikut ini setelah rutin mengonsumsi vit D.
- Mual dan muntah-muntah
- Kehilangan nafsu makan secara mendadak
- Rasa haus ekstrem dan terus-menerus
- Frekuensi buang air kecil meningkat drastis
- Sembelit akut dan kelelahan yang tidak biasa
Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh mitos kesehatan yang menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin K2 secara otomatis membuat vit D dosis tinggi menjadi aman. Nyatanya, vitamin K2 tidak bisa menjadi tameng pelindung dari bahaya overdosis vit D.
Baca juga : VITAMIN D3 = STEROID?




