Sleep Apnea: Gangguan Tidur Yang Menyebabkan Serangan Jantung

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur yang membuat penderitanya berhenti bernafas selama beberapa detik dan terjadi berulang kali. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan beberapa bagian tubuh, termasuk otak, tidak mendapatkan cukup oksigen.

Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Penyebab

Ada tiga jenis apnea tidur menurut penyebabnya, yakni:

  • Obstructive Sleep Apnea (OSA): adalah jenis yang lebih umum yang disebabkan oleh penyumbatan saluran nafas. Hal ini biasanya disebabkan oleh adanya jaringan lunak di belakang tenggorokan yang runtuh.
  • Sleep apnea central: adalah kondisi dimana otak gagal memberi sinyal pada otot untuk bernafas karena ketidakstabilan di pusat kendali pernafasan.
  • Complex sleep apnea: adalah gabungan dari OSA dan sleep apnea central.

Selain itu ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko menderita apnea tidur, yaitu;

  • Laki-laki lebih berisiko.
  • Mengalami kelebihan berat badan (obesitas).
  • Berusia di atas 40.
  • Memiliki ukuran leher yang besar (17 inci atau lebih pada pria, 16 inci atau lebih pada wanita).
  • Memiliki amandel yang besar, lidah yang besar, atau tulang rahang yang kecil.
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita sleep apnea.
  • Sumbatan hidung karena septum menyimpang, alergi, dan sinus.

Gejala

Karena terjadi saat tidur, banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita sleep apnea. Orang yang tidur di dekat Anda mungkin akan menyadarinya lebih dulu dibanding penderitanya sendiri.

Namun dengan memperhatikan beberapa gejala yang terjadi setelah bangun tidur, Anda mungkin bisa mendeteksinya. Gejala seseorang yang mengalami apnea tidur di antaranya;

  • Tidur mendengkur dengan keras.
  • Sesekali terbangun dengan nafas yang terengah-engah.
  • Terbangun dengan kondisi tenggorokan yang sakit atau kering, hingga terbatuk.
  • Merasa sangat mengantuk di siang hari.
  • Merasa masih mengantuk atau lelah bahkan setelah tidur cukup lama.
  • Sakit kepala setelah bangun tidur.
  • Mood yang mudah berubah.
  • Libido yang menurun.
  • Insomnia.

Baca juga: Perhatikan cara tidur yang bagus.

Efek negatif pada kesehatan

Meskipun terlihat sepele, namun jika terus dibiarkan tanpa adanya penanganan dari dokter, apnea tidur bisa mempengaruhi kondisi kesehatan, bahkan bisa berakibat fatal.

Jika Anda mulai mendengkur kencang dan berhenti bernafas berkali-kali Anda harus segera memeriksakan diri sebelum terjadi gangguan kesehatan yang serius, seperti tekanan darah tinggi, stroke, gagal jantung, detak jantung tidak teratur, serangan jantung, diabetes, depresi, memburuknya ADHD, serta sakit kepala.

(Ayu/berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *