
Munculnya kembali kasus virus nipah di India membuat kewaspadaan global meningkat. memang seberapa bahaya virus ini dan apa sebenarnya virus nipah, Yuk kita cari tahu dalam artikel ini.
Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya dapat menyebar dari hewan ke manusia. Virus ini juga dapat ditularkan memalui makanan yang terkontaminasi atau langsung dari manusia ke manusia.
Dikutip dari World Health Organization (WHO), Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999. Inang alami virus ini berasal dari kelelawar buah, khususnya dari genus Pteropus.
Apa Gejalanya?
Masa inkubasi ( jarak waktu antara terinfeksi dan munculnya gejala) biasa 4 hingga 21 hari. Gejala biasanya dimulai dengan munculnya penyakit mirip flu atau demam secara tiba-tiba. Pneumonia dan masalah pernapasan lainnya juga dapat berkembang.
Adapun komplikasi paling serius adalah radang otak atau meningitis, yang biasanya berkembang 3 hingga 21 hari setelah penyakit awal dimulai.
Ini adalah ciri khas infeksi Nipah dan dikaitkan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Diperkirakan antara 40 hingga 75 persen orang yang terinfeksi virus ini akan meninggal.
Dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini dapat aktif kembali berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi awal.
Dimanakah Virus Nipah Ditemukan?
Wabah virus Nipah pada manusia hanya teridentifikasi di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di lokasi pedesaan atau semi-pedesaan.
- Bangladesh (di mana kasus terjadi hampir setiap tahun sejak 2001)
- India (termasuk wabah di Kerala di India Selatan sejak 2018, dan wabah saat ini di Benggala Barat)
- Malaysia
- Filipina
- Singapura
Banyak infeksi terjadi karena konsumsi buah-buahan atau produk buah (seperti jus kurma mentah atau yang sebagian difermentasi) yang terkontaminasi oleh kotoran, urin atau air liur kelelawar buah yang terinfeksi.
Untuk saat ini belum ada obat yang terbukti menyembuhkan virus ini atau vaksin pencegahan yang berlisensi untuk digunakan.
Beberapa cara untuk mencegah wabah ini adalah dengan menghindari kontak langsung dengan kelelawar dan lingkungannya.
Jangan mengonsumsi getah kurma mentah atau yang sebagian sudah difermentasi. Jika ingin konsumsi kurma, pastikan sudah direbus terlebih dahulu.
Cuci semua buah dengan air bersih dan kupas sebelum dimakan, hindari buah yang ditemukan di tanah atau buah yang terlihat sudah dimakan hewan.
Perlu diingat, wabah di India tidak hanya terkait virus itu sendiri, tetapi juga pola interaksi manusia dengan lingkungan dan hewan.
Baca juga : Waspada Virus Ebola




