
Seberapa banyak dosis kreatin yang terlalu banyak? Apakah ada batasnya? Mari kita bahas dalam artikel ini.
Jika berbicara tentang beberapa suplemen binaraga yang paling populer dan efektif, tidak diragukan lagi bahwa kreatin adalah jadi salah satu pilihannya.
Kreatin adalah salah satu suplemen terbaik untuk meningkatkan massa otot bahkan dapat memberi energi lebih saat berolahraga. Tetapi, banyak orang bertanya berapa banyak dosis kreatin yang harus dikonsumsi setiap harinya.
APA ITU KREATIN?
Kreatin adalah salah satu suplemen yang paling banyak diteliti. Ini adalah asam amino yang sebagian besar terdapat di otot, selain itu dapat ditemukan juga di otak.
Kebanyakan orang dapat memperoleh kreatin melalui makanan laut dan daging merah. Namun, jumlah tersebut tidak selalu cukup, terutama jika Anda adalah seseorang yang aktif secara fisik.
Itulah sebabnya orang disarankan untuk mengonsumsi suplemen kreatin sebagai asupan tambahan.
Tubuh menyimpan kreatin sebagai fosfokreatin untuk digunakan sebagai energi. Itulah mengapa Anda sering melihat atlet mengonsumsi suplemen kreatin secara oral melalui kapsul atau bubuk untuk meningkatkan energi dan mendapatkan hasil yang lebih baik dari latihan mereka.
Selain itu, ditemukan juga bahwa beberapa orang menggunakan suplemen ini untuk mengobati gangguan otak dan kondisi neuromuskular.
Lantas Berapa Banyak Yang Anda Butuhkan?
Rata-rata, orang mengonsumsi kreatin 1-5 gram per hari. Namun, ada beberapa orang yang beranggapan bahwa takaran tersebut tidaklah cukup.
Contoh, binaragawan kompetitif yang memiliki bobot 118 kg otot murni kemungkinan besar akan membutuhkan lebih banyak suplemen daripada orang pada umumnya.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah pola makan; orang yang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kreatin mungkin tidak perlu mengonsumsi suplemen kreatin sebanyak itu.
Menurut penelitian dari Oxford Academic penggunaan kreatin yang aman untuk orang dewasa sehat pada dosis awal yang direkomendasikan (20g/hari selama 5 hari) dan setelahnya tidak lebih dari 3 gram per hari.
Amankah Kreatin Untuk Ginjal?
Di dalam sebuah studi yang dilansir oleh Journal of Renal Nutrition, mengkonsumsi kreatin memang dapat meningkatkan kadar kreatinin dalam darah yang merupakan zat limbah yang dikeluarkan oleh ginjal. Namun, peningkatan ini biasanya bersifat sementara dan tidak berbahaya pada orang sehat.
Disamping itu menurut studi dari National Library of Medicine, Suplemen Kreatin aman dan tidak menyebabkan penyakit ginjal. laporan yang terkait dengan kerusakan ginjal akibat penggunaan kreatin masih sedikit.
Hasil dari penelitian Science Direct juga menunjukkan bahwa suplemen kreatin tidak secara signifikan mengubah kadar kreatinin dalam darah dan tidak mengubah nilai urea plasma. yana mana tidak menunjukkan kreatin dapat merusak ginjal.
Namun, perlu di garis bawahi suplemen kreatin tidak boleh digunakan pada orang dengan penyakit ginjal kronis atau menggunakan obat-obatan yang berpotensi nefrotoksik
Apa Kata Studi Tentang Kreatin?
Journal of the International Society of Sports Nutrition menerbitkan penelitian terkait creatine, dan terdapat beberapa temuan di antaranya:
- Creatine terbukti meningkatkan kekuatan, massa bebas lemak, dan morfologi otot jika dikombinasikan dengan latihan bebas intens.
- Creatine juga mungkin memberikan manfaat pada jenis latihan lain seperti sprint intensitas tinggi atau latihan ketahanan (endurance training).
- Penelitian terbaru juga mendukung bahwa suplementasi creatine yang dikombinasikan dengan latihan beban, dapat mendukung program adaptasi latihan pada program olahraga.
Namun, para ahli juga menekankan bahwa meskipun creatine dianggap aman, sebaiknya hindari digunakan dalam jangka panjang.
Saran kami, minumlah kreatin sesuai dengan dosis yang tercantum dalam label suplemen kreatin. Beberapa suplemen kreatin yang memiliki takaran tidak lebih dari 5 gram Reps Mania bisa memilih antara 100% Creatine Monohydrate Scitec Nutrition atau 100% Creatine Monohydrate BiotechUSA.
Jadi bagaimana Reps Mania? Sudah terjawab kan berapa banyak dosis yang disarankan untuk mengonsumsi kreatin.
Baca juga : THE BRIGHT SIDE OF CREATINE




